Tuesday, 21 June 2016

Ramadhan 15 ( Tidak Sahur)

Bangun tidur.

Harish : Umi, kok kita nggak sahur?

Umi : Sahur, kok.

Harish : Kok Harish nggak dibangunin sahur?

Umi : Harish, kan nggak puasa?

Harish : Tapi Harish mau sahur.

Umi : Kalau sahur, ya puasa.

Harish : Memang cuma yang puasa yang boleh sahur?

Umi : Boleh, sih, cuma sayang tidurnya terganggu. Besok puasa lagi, ya, nanti malam Umi bangunin sahur.

Harish : Kalau nggak kuat sehari, gimana?

Umi : Kuatlah, kan sudah terbukti.

Abi : Kalau nggak kuat, setengah hari aja. Mandi Rish, nanti ikut Abi.

Dengan wajah cemberut, Harish pergi mandi.

Sunday, 19 June 2016

Ramadhan 14 ( Masak Mi )

Harish : Umi, Harish laper lagi mau makan apa?

Umi : Cuma ada nasi, Harishnya siiiiih, batal puasa.

Harish : Ya salah Umi, kenapa ngebolehin.

Umi : Lha, kok bisa, kan Umi sudah bilang, puasa atau batal, tetep aja giginya sakit sedikit, tapi Harishnya ngrengek aja.

Harish : Harish laper, nskanya ngrengek. Umi punya mi, nggak?

Umi : Punya, belum dimasak.

Harish : Tolong masakin, sih, Mi?

Umi : Masak sendiri, ah, Umi lagi tilawah ini, dari tadi diajak ngomong terus.

Harish : Harish belum bisa, kan belum pernah masak mi sendiri.

Umi : Bisa, baca dulu aturan masak di bungkusnya.

Harish : Umi, ditiriskan itu apa?

Umi : Disaring, nanti pas disaring, mi-nya disiram air minum, ya!

Harish : Kenapa?

Umi : Biar zat-zat yang nggak pentingnya nggak ikut kemakan.

Saturday, 18 June 2016

Tri Qul

Hariah : Umi, temenin bobok.

Umi : Umi sambil tilawah, ya?

Harish : Iya.

Umi : Sudah doa?

Harish : Sudah.

Umi : Mulai sekarang sebelum bobok baca surat Al Ikhlas 3x, Sl Falaq 3x, An Nass 3x.

Harish : Kenapa, Mi?

Umi : Karena Rasulullah melakukan itu.

Harish : Kalau nggak baca, kenapa?

Umi : Lha Harish mau disayang Allah dan Rasulullah, nggak?

Harish : Mau

Umi :  Yok, kita baca sama-sama. Sudah itu nggak ngobrol lagi, bobok sambil dengerin Umi tilawah aja, ya, nggak usah nyetel ngaji pake tab?

Harish : Iya.

Ramadhan 13 (Nunggu Sembuh)

Umi : Harish, kapan mulai puasa lagi?

Harish : Nunggu sakit giginya sembuh.

Umi : Kapan sembuhnya?

Harish : Nggak tau, ini ada sariawan juga.

Umi : Tambah lama, dong kemungkinannya?

Harish : Ramadhannya, kan masih lama, sih, Mi?

Umi : Yaaa, Harish! 😕

Thursday, 16 June 2016

Ramadhan 12 (Bersih-Bersih)

Harish : Umi kok bersihin tanaman, kan bisa Abi? Nanti cape, lho.

Hi hi hi, jadi malu, memang yang sering bersih-bersih luar rumah, Abi.

Umi : Sekalian, sudah keluar rumah, bude sayur nggak jualan.

Harish : Umi, rumput itu dari mana?

Umi : Maksudnya?

Harish : Ditanam apa ciptaan Allah?

Umi : Ciptaan Allah.

Harish : Kasihan ya, sama Allah, ciptaannya dirusakin.

Umi : Rish, semua tumbuhan ciptaan Allah, apa itu bunga, tanaman buah atau rumput, tapi kita boleh memilih mana yang ditanam, dipelihara atau dibuang. Sekarang Umi milih tanaman buah dan bunga untuk dirawat, yang rumput dibuang biar rapi. Rumputnya bisa jadi pupuk, kok, biar tansman yang di kebun tambah subur. Harish bahtuin Umi, ya?

Harish : Bantu apa, Mi?

Umi : Tolong ambil sapu lidi, trus pindahin tanaman bunga yang di sana, dibawa ke sini.

Harish : Siap! Tapi Harish main sepeda sebentar, ya?

Umi : Oke.

#Huft! Benar kata Harish, cape! 😃😃

Ramadhan 11 (Khitan)

Harish : Umi, kenapa sih kalau nanti Harish masuk SD belum sunat?

Umi : Nanti kalau ditanyaiin temannya, Harish malu nggak, jawab belum sunat?

Harish : Mmm, malu.

Umi : Sunat itu tanda, lho, kalau Harish anak pemberani.

Harish : Kok Harish nggak disunat waktu bayi, kayak Mas Hilmy?

Umi : Yeee, nggak seru lah, nggak ada cerita gimana rasanya disunat.

Haaa, rupanya jagoan kita sedang mempertimbangkan, jadi nggak ya, sunat habis lebaran? 😃😃😃

Wednesday, 15 June 2016

Ramadhan 10 (Yang Mempercepat Kesembuhan)

Umi : Harish, ayo herbalnya diminum, walaupun agak lama, dengan minum ini insyaallah sembuh.

Harish : Apa yang nggak nglamain?

Umi : Nggak ada, pakai obat apapun tetap pakai proses.

Harish: Ada, Allah!

Umi : Subhanallah, benar nak, yang menyembuhkan Allah, yang mempercepat atau memperlambat kesembuhan adalah Allah. Tapi kita tetap harus berobat dengan cara yang benar dan baik.

😢😢😢

Bedanya pemikiran orang dewasa dengan anak-anak, tapi memang sekali waktu orang dewasa perlu diingatkan oleh kepolosan anak, terutama saat mengutamakan logikanya.