Saturday, 25 June 2016

Mbak Paling Sabar

Dari tiga mbaknya, Hafa yang paling sabar menghadapi Harish.

Alhamdulillah hari ini Harish berhasil puasa penuh, jadi sudah dapat tiga hari selama Ramadhan ini, dan semua karena kesabarannya melayani bermain.

Mungkin karena usianya terpaut paling sedikit, jadi masih beraroma anak-anak, beda dengan dua mbaknya yang sudah masuk usia pra remaja dan remaja.

Tapi, kalau melayani Harish, otomatis ada korbannya, seharian nggak dapat tilawah.

Barokallah, semoga kesabaran itu menjadi karakter yang mengakar.

Ramadhan 20 (Berdua itu Damai)

Mbak Hany dan Mbak Husna ikut pesantren Al Qur'an, di rumah hanya Hafa dan Harish. mau lihat pengaruhnya, ah, ke puasa Harish, hahay!

Harish : Mi, uang yang dari Oom kemarin untuk beli peralatan menggambar, ya?

Umi : Boleh, tapi puasanya sampe sore ya!

Harish : Iya.

***

Harish : Umi, Mbak Hafanya bohong, katanya beli buku gambar, ini di dalamnya malah nggak ada gambarnya!

Hafa : Ya, itu buku gambar, Rish.

Harish : Mana gambarnya, cuma di luarnya aja.

Umi : Harish, yang namanya buku gambar, ya memang seperti itu, kosong. Kan mau untuk nggambar? Kalau ada gambarnya, buku bergambar, nggak bisa untuk melukis.

Friday, 24 June 2016

Ramadhan 19 ( Nggak Tahan Ac)

Harish : Mas Hilmy, matiin acnya sih.

Hilmy : Latihan dong, Rish, jadi nanti kalau dikasih mobil sama Allah Harish sudah tahan sama ac mobil.

Harish : Harish pusing, perurnya sakit, mau muntah nggak bisa.

Umi : Sini, tangannya Umi pencet.

Hilmy : Kok nutup hidung, Fa, kan nggak pake parfum?

Hafa : Pusing!

Umi : Lama-lama nanti tahan, dulu mas Hilmy waktu kecil juga kayak gini.

Harish : Huuu, Mas Hilmy!

Hilmy : Ha ha ha

Umi : Nanti pas mampir tempat Oom, turun sebentar.

Ramadhan 18 ( Berkurang Dua )

Umi : Harish, ayo mandi, mau ikut nggak?
Harish : Kemana, Mi?
Umi : Nganter Mbak Hany dan Mbak Husna ke Pringsewu.
Harish : Ngapain di sana, kok bawa baju-baju?
Umi : Mau ikut pesantren tahfidz.
Hafa : Mbak Hany kok ikut, kan sudah selesai?
Umi : Mbak Hany murojaah, Mbak Hafa nambah hafalan.
Harish : Yaaa, kita tinggal berdua, deh.
Umi : Umi Abi kemana?
Harish : Maksudnya yang anak-anak, lho, Miiii.


Wednesday, 22 June 2016

Menunggu di Surga

Harish : Umi, kenapa sih bayi bisa meninggal?

Umi : Semua kita pasti meninggal, bisa waktu bayi, anak-anak, dewasa atau orang tua.

Harish : Kalau bayi meninggal, masuk surga, ya, Mi?

Umi : Hu um.

Husna : Kenapa, Rish kalau meninggal masih kecil, masuk surga?

Harish : Nggak tahu.

Hafa : Karena belum punya dosa, Rish.

Husna : Kalau anaknya meninggal waktu kecil, nanti nungguin orang tuanya di ujung jembatan shirotol mustaqim, trus kalau orang tuanya masuk neraka, dia nangis-nangis sampai orang tuanya dimasukin surga. Umi sudah ada satu yang nungguin.

Hafa : Tiga, Mbak.

Husna : Memang anak keguguran dihitung juga, ya?

Umi : Wallahu a'lam.

Husna : Umi sama Abi nanti dipakein mahkota enam, kan anaknya yang hafal qur'an enam, insyaallah, aamiin.

Umi : Doakan Umi dan Abi pantas menerima anugerah itu.

Hafa : Aamiin.

Husna : Umi, kalau sudah hafal, trus lupa, dosa nggak?

Hany : Akan dimintai pertanggung jawabannya.

Umi : Sekarang yang penting berusaha menghafal, minta kemudahan sama Allah untuk menghafal dan menjaganya. Manusia kan berusaha, dengan menghafalkannya sudah jelas janji Allah akan membalas dengan kebaikan, jangan sampai ketakutan dosa itu membuat surut menghafal. Kalau tidak menghafal, jelas nggak dapat imbalan kebaikan dari itu. Sambil banyakin istighfar kalau ada lalainya dalam menjaga.

Ramadhan 17( Mensyukuri yang sedikit)

Husna : Umi, masa Abi beli telurnya cuma segini?

Umi : Bersyukur Husna, dibagi sedikit-sedikit cukup, ikan simba asam manis kemarin masih ada.

Harish : Umi mau dibuatin teh?

Umi : Boleh, air panas semua, ya.

Harish : Teh celup, kan?

Umi : Yo'i, makasih ya.

***

Harish : Umiii, adzannnn!

Umi : Doa dulu, jangan lupa.

Hafa : Telurnya, mana?

Husna : Hah! Tadi Ena tarok piring ini. Kucing...pasti!

Umi : Husna, Allah kalau mentarbiyah itu lembuuut banget. Allah Maha Kuasa memberi atau mencabut nikmat sekehendak-Nya, tadi dikasih sedikit nggak disyukuri, ya sudah, diambil lagi, kita bisa apa?

Hany : Kalau kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmat-Nya.

Umi : Aamiin.

Tuesday, 21 June 2016

Ramadhan 16 (Telur Orak-arik)

Harish : Ish! Nggak enak banget, sih sendirian. Mbak Hafa sama Mbak Husna ikut pesantren.

Umi : Mbak Hany, lagi apa?

Harish : Mbak Hany murojaah terus, Abi pergi.

Umi : Kan ada Umi?

Harish : Umi mah kalo nggak ngaji, nulis, buka tab, ada tamu.

Umi : Kan kalau Harish mau ngaji, Umi ajarin dulu.

Harish : Harish mau main tapi nggak ada temen. Mi, Harish makan, ya?

Umi : Lha, katanya puasa?

Harish : Harish laperrrrr, nggak tahannnn!

Umi : Nggak ada lauk, cuma ada nasi.

Harish : Harish masak mi, ya?

Umi : No no no, kemarin sudah mi.

Harish : Masak apa, dong?

Umi : Puasa aja, sih! Masaknya nanti sore, bantuin Mbak Hany.

Harish : Umiiiiiii, laperrrrrr, nggak tahannnn!

Umi : Ihhhh, Harish! Dah, sana buat telur orak-arik!